Thursday, April 4, 2013

Susahnya Mengurus Dokumen di Indonesia (Akte Pernikahan Catatan Sipil)

Bulan ini saya akan menikah.

Dan bagi saya, penyiapan dokumen yang dibutuhkan untuk catatan sipil ini membutuhkan perjuangan yang lumayan ya.

Ini gambaran benang kusutnya..

Posisi saya dan calon saya saat ini di Jakarta Selatan.
KTP saya: Kabupaten Bandung, status expired di akhir 2012, perpanjangan tidak bisa dilakukan karena bersamaan dengan e-KTP. Disuruh menunggu sekalian e-KTP keluar. Hingga februari tidak ada tanda tanda penampakan e-KTP, jadinya dibuatkan KTP instan sementara.
Hingga pertengahan maret KTP instan tidak muncul (apanya yang instan ya?) , dan katanya sih tidak jadi dikeluarkan karena e-KTP selesai di akhir maret (tapi belum ada di tangan saya juga hingga hari ini.)

Saya dulu lahir di suatu kota di luar negeri, jadinya yang saya miliki adalah akte kelahiran dari catatan sipil di luar, dan terjemahan oleh KBRI ke bahasa indonesia. Selama ini untuk sekolah, pengurusan paspor dan segala macam tidak pernah ada masalah.   ini menjadi masalah ternyata, updatenya ada di bagian bawah posting ini ya.. (4/12/2013)
Kebetulan orang tua saya berbeda agama.

KTP calon saya: Kota Jakarta Selatan. Dia lahir di Malang dan kebetulan juga dari pernikahan beda agama.

Jadi menurut berkas petunjuk awal, untuk mengurus akte pernikahan ke catatan sipil, dokumen yang perlu disiapkan sebenarnya adalah:

  • surat pengantar dari kelurahan N1, N2, N4, PM1 dari masing masing calon pengantin.
  • surat belum menikah dari calon pengantin, tanda tangan meterai Rp 6000,00
  • surat izin dari orang tua yang mengizinkan anaknya menikah. (ini juga lucu, secara hasil googling saya mengatakan bahwa surat izin ini hanya dibutuhkan jikalau calon pengantin masih di bawah umur)
  • (Fotokopi) akte kelahiran, akte pernikahan orang tua, kartu keluarga, surat baptis
  • Fotokopi KTP calon pengantin dan fotokopi orang tua
  • Foto 4x6 berdampingan



PENTING: bila lokasi pernikahan berbeda daerah tingkat II dengan KTP calon pengantin, ada surat keterangan belum menikah yang dikeluarkan oleh Disduk setempat dan ditujukan ke Disduk tempat pernikahan akan berlangsung
Contoh: KTP saya Kabupaten Bandung, calon saya Kota Jakarta Selatan, sementara kami akan menikah di suatu kapel yang letaknya di Kotamadya Bandung.

Jadi saya harus meminta segala surat itu dari RT, RW, Kelurahan, kemudian di bawa ke Disduk Kabupaten Bandung untuk meminta surat belum menikah (yang ada di Soreang, padahal kecamatan rumah orang tua saya ada di Cimenyan alias di Bandung Utara), sementara calon saya harus mengurus semua dokumen itu di RT, RW, Kelurahan, kemudian meminta surat keterangan belum menikah di Disduk Jakarta Selatan.

Kenapa saya memakai tanda () untuk fotokopi? karena walaupun ada fotokopian, tapi ternyata Disduk Kota Bandung meminta penunjukan dokumen asli.
Kalau semua lokasinya di Bandung sih gampang mungkin ya.
Masalahnya sebagian di Bandung, sebagian di Jakarta Selatan, sebagian di Malang.

Jangan lupa soal batas waktu:
Disduk merekomendasikan penyerahan berkas dilakukan 30 hari sebelum hari pernikahan.
Kalau waktu penyerahan berkas terjadi kurang dari 10 hari, maka ada semacam fee tambahan.

Dan ini saya belum membahas soal biaya ya.
Kasarannya, dari hasil mengintip beberapa web Disduk, biaya di masing masing area bisa berbeda.

Menikah sesama WNI, atau dengan WNA, beda lagi charge nya.
Menikah di gedung atau di luar gedung, ada charge lagi.
Menikah di hari libur juga ada charge lagi.


Kesimpulan: RIBET :))

dan sekarang saya mengerti kenapa banyak orang memilih menikah siri.

Update 4/12/2013:

babak ketiga dari pengurusan dokumen...

Saya dulu lahir di luar negeri. Jadi akte kelahiran saya tercatat di catatan sipil negara tersebut, dan ada terjemahan resmi dari KBRI (yang notabene perwakilan resmi Indonesia kan?).
Menurut pihak disduk kota Bandung, saya wajib melaporkan dulu ke disduk sesuai KTP untuk dibuatkan Kutipan Akte Kelahiran.
Pertanyaannya adalah, orang tua saya sudah datang ke Disduk Kabupaten Bandung untuk pengurusan surat pengantar, dan ketika itu sama sekali tidak ada masalah dengan akte kelahiran saya.
Jadi sebenarnya yang mana kah yang berlaku?

Nah, menurut hasil googling, ada dualisme...
Berdasarkan Pasal 29 Ayt (1), (2) dan (3) Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dijelaskan bahwa, dalam kelahiran Warga Negara Indonesia di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dicatatkan pada Instansi yang berwenang di negara setempat tidak menyelenggarakan pencatatan kelahiran bagi orang asing, maka pencatatan dilakukan pada Perwakilan RI setempat dan selanjutnya di catat dalam Register Akta Kelahiran dan menertibkan Kutipan Akta kelahirannya. Oleh peristiwa kelahiran anak Saudara terjadi di luar Wilayah Negara Kesatuan republik Indonesia. Saudara wajib melaporkan peristiwa tersebut di negara setempat.
dikutip dari : disduk surabaya
Pelaporan kelahiran tersebut dilakukan paling lambat 30 hari sejak WNI ybs kembali ke NKRI.
dengan memenuhi syarat berupa :
  1. Kutipan Akta Kelahiran Luar Negeri
  2. Bukti Pengesahan dari Perwakilan Republik Indonesia  dari  negara setempat.
  3. Surat Pengantar dari  Kelurahan
  4. KTP dan KK orangtua
  5. Paspor anak dan orang tua
Dinas menerbitkan Tanda Bukti Pelaporan Kelahiran di Luar Negeri dan menyampaikan kepada pemohon
dikutip dari : disduk surakarta

ada ulasan dari blogger lain juga.

Nah....
masalahnya adalah......
itu undang undang baru muncul tahun berapa? 2006?
sementara saya datang ke Indonesia itu tahun 1989.
Jadi yang perlu dicek selanjutnya, apa yang berlaku sebelum tahun itu.

Sunday, February 10, 2013

Sang Anjing Tersenyum Lebar :D

Gong Xi Fa Cai!

Lho? Apa hubungannya Gong Xi Fa Cai dengan judul posting ini?
Tentu ada dong.

Kemarin, 10 Februari 2013, kita sudah memasuki Tahun Ular.
Bagi orang orang dengan shio Anjing (contohnya gw), tahun lalu yang merupakan tahun Naga itu merupakan tahun yang ciong.

Gw sih benernya antara percaya ga percaya kalau berurusan hal yang seperti itu.
Gw memilih untuk manggut manggut saja. Sekedar menghormati orang orang yang percaya akan hal itu..

Apalagi ketika ternyata tahun 2012 kemarin, banyak hal juga yang menurut gw merupakan suatu berkah yang patut disyukuri.
Secara karir, mungkin emang cukup berat karena gw harus keluar dari comfort zone, tapi sejauh ini masih bisa diatasi walaupun terjerembab sana sini.
Pas ulang tahun gw dapat door prize handphone? Puji Tuhan :D
Dalam kehidupan pribadi juga ada perubahan status sedikit, puji Tuhan juga...

Tapi...
apa yang terjadi di bulan terakhir Tahun Naga ini benar-benar menguras tenaga..
Ada apa saja ya?
  • Plafon rumah gw ambruk. Ga hanya satu papan, tapi nyaris seluruh ruang tengah rumah gw kehilangan plafon.
  • Mabuk tape. Ini konyol, tapi memang terjadi. Gw sebagai orang yang selalu mencoba menghargai masakan orang, tentunya berusaha menghabiskan masakan itu. Termasuk tape ketan bikinan calon mertua. Bodohnya, segelas tape itu gw santap ketika perut masih belum benar benar terisi. Sehari setelah santapan segelas tape ketan, gw mengalami hangover parah. Diare, mual dan demam. Hal itu terjadi selama 24 jam penuh. Kapok deh gw. (Heran deh, padahal gw dah beberapa kali minum bir, vodka, wine, dan ga pernah sampe kejadian seperti mabuk tape ini)
  • Rumah gw kebanjiran. Pas 1 hari sebelum tahun baru Imlek. Untungnya hanya masuk di area kamar mandi dan dapur.
  • dan sebagainya yang tidak perlu diceritakan di sini demi menghemat waktu
Intinya...
gw sih percaya semua hal pasti punya keseimbangan.
Ada waktunya untuk hal yang baik.
Ada waktunya untuk hal yang buruk.
Jika suatu saat terjadi hal yang baik secara berturutan, ya nikmati dan jangan lupa bersyukur.
Jika suatu saat terjadi hal yang buruk secara berturutan, sama saja, nikmati dan anggap itu sebagai proses dalam hidup.

Akhir kata, selamat tinggal Sang Naga, selamat datang Sang Ular...

Woof..woof.... :D

 

Monday, February 4, 2013

Center of the Universe

What is the center of the universe?
Is it the earth or the sun?
At this moment, most of the people would answered "The Sun".
But there was a time when people thought that The Earth is the center of the universe.

In my opinion, that's a good example of what do most people think is not always the correct one.

A few years ago, I joined some forum.
I liked being there.

Not anymore.

Just like the example above.

The forum is the universe.
Owner and the moderator is the law of the universe.

Intelectual discussions and reliable sources of information had changed into a repeated Q&As.
(it would be better if the thread's title is change into F.A.Q without discussion)
What was a taboo is no longer a taboo.

People said that I'm too strict. That I'm a black or white person. That I'm a binary person.
I always answer them "The world needs people like me. When all the people just follow the current or just follow what they want, then all the world would be in chaos in a short time."

The center of the universe in the forum is its member.
Who are the majority.
What do the majority want.

No matter who's right and what's right.
It's not important anymore.

I quit.

Fin...

Sunday, December 2, 2012

Lesson Learnt from a Movie: Life of Pi

Life of Pi adalah buku yang dengan cepat menarik perhatian begitu aku melihatnya di toko buku.

Anehnya adalah walaupun aku sangat tertarik dengan buku ini (dan aku memilikinya!), tapi aku tidak segera membacanya.
Teranggurkan begitu saja di rak buku begitu terbeli.

Hingga tahu-tahu, buku ini sudah diadaptasi ke layar lebar. Sedikit di luar kebiasaanku, aku memutuskan untuk menonton film ini sebelum aku membaca bukunya. Hal itu terakhir kulakukan dulu ketika menonton Bridge of Terabithia (another good movie).

Life of Pi adalah film tentang "perjalanan spiritual" seorang Pi.

Life of Pi dibuka dengan adegan aneka binatang di kebun binatang dengan diiringi lagu Pi's Lullaby - Mychael Danna. Lagu yang sangat menenangkan, cocok untuk menemani yoga di pagi hari (tidur dong?) malam hari, terutama ketika sedang melakukan savasanna. -> sebagai penggemar musik dan penggemar yoga, aku merasa ini penting untuk ditulis walaupun ini sebenarnya tidak terkait dengan tulisan ini.

Pi merupakan nama panggilan dari Piscine Patel.
Keluarga Patel merupakan keluarga suatu pengusaha yang memiliki sebuah kebun binatang.
Suatu ketika Ayah Patel memutuskan untuk berimigrasi ke Kanada.
Dalam perjalanan ke Kanada bersama dengan hewan hewan yang akan mereka jual, kapal yang mereka tumpangi terkena badai di Samudera Pasifik.
Pi terombang ambing di laut bersama Richard Parker, seekor macan Bengali dewasa di dalam sebuah rakit.

Apa yang terjadi selama Pi terombang ambing di lautan bersama Richard Parker ini lah yang menjadi inti cerita dari "Life of Pi". 

Yang akan kutulis di bawah ini adalah interpretasi aku pribadi, 

"Tuhan" itu lebih dari sebuah label.
Tidak peduli apakah awal dari perkenalanmu dengan "Tuhan" dimulai dari Hinduisme, dari Kristiani, atau pun dari Islam, (atau pun dari agama lain) itu adalah perjalanan spiritual setiap invididu secara pribadi. Tidak ada orang lain yang dapat mengatakan kepadamu, akan bagaimana kah perjalananmu, karena itu adalah suatu hal yang harus dialami secara pribadi. 

Jangan pernah berputus asa, yakinlah bahwa selalu ada pengharapan bahkan di saat tersulit.

Tidak ada yang lebih menyedihkan daripada tidak bisa mengucapkan selamat tinggal.
(dedicated for my dear cousin: Petrus Sigit , 25 April 1974- 30 November 2012)


Manusia adalah makhluk yang penuh pengharapan. Manusia ingin percaya bahwa manusia lain akan selalu memiliki nilai kemanusiaannya, bahkan dalam keadaan terdesak.

(my opinion: *****/5)

Friday, November 30, 2012

You Don't Have To Win To Be A Winner

Last night, I heard this quote when I was watching The Voice season 3.
That quote came from an eliminated contestant.
I don't know if she was just trying to make her feeling better, or not.
But I know that I like that quote.

Winning...
Is winning everything?
For me, nope, it isn't.

Some people said that life is competition.
Yes I agree, but I think that I have my own standard, my own measurement.
What I mean enough is possibly not enough in other people's eyes.
A few years ago, my boss told me that I didn't have the passion to win.
I asked him "What do you mean?"
How could you measure other's passion?

I have my own measurement.
And I don't want to be told by other people.
Because I know that I'm a winner.


Monday, November 12, 2012

Je m'apelle Séverine

Bukan.
ini bukanlah suatu posting tentang gw secara pribadi or personal.

Ini hanyalah sebuah post mengenai sebuah nama yang kebetulan memang merupakan namaku, Severine.

Aku ingin sedikit mengulas penggunaan nama ini dalam budaya, baik musik, sastra, film, atau kultur masyarakat.

Secara semantik, Severine merupakan bentuk feminim dari Severin.
Kata dasarnya adalah Severe (Prancis, Inggris) atau Severus (latin).
Menurut kamus Oxford, severe merupakan kata sifat yang diartikan sebagai:

1(of something bad or undesirable) very great; intense:

a severe shortage of technicians

a severe attack of asthma
the damage is not too severe
·              demanding great ability, skill, or resilience:a severe test of stamina
2(of punishment of a person) strict or harsh:the charges would have warranted a severe sentence
·              (of a person) formal and unsmiling.
3 very plain in style or appearance:she wore another severe suit, grey this time

(source: http://oxforddictionaries.com/definition/english/severe)

Sebagai contoh beberapa penggunaan nama Severine/ Severin/ Severus dalam budaya sastra, musik dan film:

- Belle de Jour merupakan sebuah novel karya Joseph Kessel yang juga diadaptasi menjadi film:
Séverine Sérizy' (f) digambarkan sebagai seorang ibu rumah tangga yang mencari kepuasan dalam hal Masochistic dengan menjadi seorang wanita panggilan di siang hari.
(source: wikipedia )

- Venus in Furs merupakan sebuah novel karya Leopold von Sacher-Masoch dan lagu yang dinyanyikan The Velvet Underground
Severin (m) digambarkan sebagai seorang pria yang tergila gila pada Wanda, hingga bersedia menjadi budaknya. Budak yang dimaksud dalam soal ini adalah sebagai peran submissive dalam konsep dominatrix-submissive. 
(source: wikipedia)

- Severine merupakan judul lagu yang dinyanyikan oleh Ego Likeness (darkwave musician)
Penggambaran karakter Severine di lagu ini adalah "georgous parasite".
(source: wikipedia, lyricstime)

- Harry Potter
Severus merupakan salah satu karakter kunci utama dalam serial ini.
Penggambaran karakter Severus adalah seorang guru yang dingin, namun di penghujung novel, kita akan dapat melihat sisi lembut dan perhatian dari seorang Severus.

-Skyfall (James Bond 2012)
Severine digambarkan sebagai seorang wanita yang terjebak dalam pelacuran, dan kemudian terpaksa tunduk kepada orang yang mengeluarkan dia dari lingkaran pelacuran itu.

Hal yang repetitif untuk setiap kemunculan tokoh Severine/Severin/Severus adalah penggambarannya sebagai orang yang berpakaian hitam dengan karakter yang kelam.
Dalam hal seksualitas, karakter dengan nama Severine/Severin lekat dengan BDSM.
Hal ini sebenarnya tidak terlalu mengherankan kalau mengingat bahwa istilah masochisme diambil dari nama Masoch yang notabene merupakan penulis Venus in Furs.

Fiuuh.... semua bahasan di atas membuatku bertanya, apakah tidak ada image yang lebih positif dari nama Severine ini?
Masih ada kok ternyata..
Coba lihat gambar di bawah ini:

Terjemahan:
Latin: Severus
Arti: Severe (lihat referensi kamus Oxford tadi)
Pesta 27 November
Para Severine tidak se-severe yang dikira oleh orang, mereka sangat lembut dan perhatian, sangat feminim dan pengertian

Ya boleh lah untuk sedikit membesarkan harapan. :)

Tuesday, September 25, 2012

Pejalan Kaki yang Baik

Selamat pagi... !

Kali ini ingin berbagi soal apa sih sebaiknya yang gw lakukan ketika gw berjalan kaki...

1. Berjalanlah di tempat yang sesuai
Yes, I know. Di Indonesia jarang sekali ada trotoar yang layak. Seringkali pejalan kaki terpaksa berjalan di tepian jalan. Atau pun kalau ada trotoar, yang sering gw temuin sih, entah bolong-bolong, tidak rata, beralih fungsi. Dalam soal alih fungsi, gw ga cuman menunjuk ke pedagang kaki lima ya.
Jari gw terarah para pemilik lahan usaha. Sering bukan kita melihat lahan selebar 1-1.5 meter yang tadinya trotoar itu sekarang diratakan sebagai jalan masuk ke tempat usaha, or malah sekalian jadi lahan parkir?
Gw "mengerti" ketika pedagang kaki lima "mengakuisisi" trotoar, karena kadang mereka tidak punya tempat lain untuk tempat usaha. Tapi para pengusaha yang memiliki modal untuk membeli lahan? Shame on you.
Dengan berbagai halangan untuk jalan kaki, tetap saja, usahakanlah berjalan kaki di tempat yang sesuai. Semakin ke pinggir lebih bagus. Untuk gw pribadi, gw prefer jalan di pinggir kanan jalan.
Kenapa? Supaya gw bisa melihat langsung kendaraan yang menuju ke arah gw.

2. Earphone is prohibited
Dengan memposisikan diri dalam keadaan fully alert dengan suara di sekitar, itu akan membuat gw lebih siaga ketika misal ada "suara klakson motor yang mencuri jalur pejalan kaki" , dan percayalah itu seringkali terjadi. Atau ketika kita menyeberang di dekat blind corner (secara umumnya zebra cross ada di dekat perempatan), maka sangat penting untuk mengandalkan pendengaran untuk mewaspadai apakah ada  kendaraan yang akan berbelok.

3. Menyeberanglah di tempat yang semestinya
Ini cukup sulit dilakukan sebenarnya, secara gw jarang sekali nemu zebra cross di Jakarta. Mungkin sekali hari ini ada di suatu tempat, tapi nanti ketika ada pengaspalan ulang, zebra cross itu hilang karena tidak dicat ulang.
Atau alasan klasik soal posisi peletakan zebra cross or jembatan penyeberangan "Tempatnya nanggung" atau "Jauh ah".
Wahai tuan dan nyonya dan nona muda sekalian, coba deh kalian definisikan jauh itu berapa meter sih?
Gw seringkali geli sendiri ketika menanyakan definisi jauh ketika berjalan kaki pada orang Indonesia pada umumnya. Karena kadang mereka bilang zebra cross/jembatan yang hanya 15-20 m dari tempat kalian menyeberang itu jauuuuh, tapi mereka sangat kuat berkeliling pasar dan mall.. *LOL*

Terakhir..
4.Sadar bahwa semua pengguna jalan mempunyai Hak dan Kewajiban
Ini masalah kesadaran sih menurut gw. Menurut pengamatan gw, pada umumya orang di Indonesia itu sadar akan HAK, tapi tidak soal KEWAJIBAN.
Sebagai pejalan kaki, gw berhak mendapatkan tempat yang layak untuk berjalan kaki. Tapi ya jangan lupa saja, gw tetap wajib bertanggung jawab atas keselamatan gw dengan mematuhi rambu-rambu yang ada.
Karena ingat, sama seperti seorang pengguna sepeda motor mengendalikan motornya, atau seorang sopir mengemudikan kendaraannya, maka seorang pejalan kaki juga pasti mengendalikan badannya.
Jangan salahkan si pengemudi jikalau kmu tertabrak ketika menyeberangi jalan tol (kasus ekstrim), or jikalau kamu menyebrang di jalan yang sudah ada batas tengah (ini pemandangan setiap hari), menyeberang di bawah jembatan penyeberangan (juga pemandangan setiap hari), berjalan di tepian jalan dengan memakai earphone sehingga tidak mendengar ketika ada kendaraan menghampiri..

Jadilah Pejalan Kaki yang Bertanggung Jawab... :)